Tampilkan postingan dengan label Layanan internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Layanan internet. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 April 2013

Rooney Merasa Terbatasi Menjadi Pemain Tengah

Striker Manchester United, Wayne Rooney yang dimainkan menjadi gelandang saat melawan Stoke City pada lanjutan Liga pekan kemarin banyak menuai pujian, tapi sepertinya Rooney tidak nyaman dengan posisi yang diberikan Sir Alex.

Penyerang timnas Inggris itu menginginkan agar dirinya dikembalikan ke posisi aslinya yaitu sebagai striker bukan menjaga lini tengah United.

"Saya sudah bermain menjadi gelandang beberapa pertandingan pada musim ini dan sebagai seorang penyerang tengah saya menginginkan agar berada sedekat mungkin dengan gawang lawan untuk dapat mencetak gol." Pungkas Rooney.

Rooney sendiri merasakan bahwa dirinya merasa terbatasi sehingga sulit untuk mencetak gol, padahal peran aslinya untuk tim adalah menciptakan gol-gol yang indah.

"Ketika saya dimainkan di lini tengah, maka saya harus menahan diri dan selalu berusaha dibelakang untuk menahan bola yang bergerak dilapangan." Tutup pemain bernomor punggung 10 itu melalui layanan internet.

Rabu, 02 Januari 2013

Layanan Internet DPR RI Seharga Rp 721 Juta

Anggota DPR RI pada tahun 2013 ini sepertinya akan disediakan internet berkecepatan tinggi. Bayangkan saja, untuk layanan internet saja DPR RI pada tahun 2013 dikeluarkan anggaran Rp 721 Juta.

Berdasarkan website lelang resmi DPR di lpse.dpr.go.id lelang pengadaan layanan internet di lingkungan DPR memasuki masa penandatanganan kontrak.

Pemenang lelang adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk yang bertempat di Menara Multimedia, Jl Kebon Sirih No.12, Jakarta dengan nilai penawaran Rp 721.340.400,00.

Kontrak yang ditandatangani itu dilakukan dari tanggal 27 Desember sampai 7 Januari 2013. Pengadaan jasa langganan internet ini menggunakan anggaran dari APBN 2013.

Lelang jasa layanan Internet lingkungan DPR RI bernomor 98087 dan awalnya pagu yang disediakan oleh setjen DPR adalah Rp. 2.557.500.000.00 dengan harga perkitaan sementara Rp 2.356.700.000,00.

Sudah ada sebanyak 22 perusahaan mengikuti proses lelang ini dan beberapa perusahaan gagal dikarenakan tidak memiliki backbone internet yang terhubung langsung ke gateway internasional (luar negeri)/upstream internasional minimal 4 seperti yang dipersyaratkan dalam IKP.